Tidak Dikategorikan

Milad Maiyah Sendhon Waton “Sewindu”, Wayang Eksperimental “Homeostasis Ingsun” Bikin Haru

Rembang – Simpul Maiyah Sendhon Waton merayakan milad ke-8 melalui agenda bertajuk “Pintu Sewindu” yang digelar terbuka untuk umum pada Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 20.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Pendopo Sanggar Seni Cakraningrat, Tawangsari, Rembang. 

Perayaan Maiyah tersebut menghadirkan pementasan wayang yang dikolaborasikan dengan film eksperimental berjudul “Homeostasis Ingsun”. Karya ini digarap oleh Wangsit Winursito, putra Ki Sigid Ariyanto, yang saat ini menempuh studi di ISI Solo, Jurusan Film dan Televisi semester 6.

Menurut Wangsit, dia mendapatkan ide lakon “Homeostasis Ingsun” saat mengikuti tawasulan Sendhon Waton episode “Nandur Tresna.” Ada pengalaman spiritual yang menggerakkan hatinya. Lakon wayang eksperimental itu menggambarkan perjalanan spiritual sang dalang melalui bentuk pertunjukan lintas medium: wayang, film, dan teatrikal.

Pementasan berdurasi sekitar 1,5 jam itu memikat penonton melalui rangkaian adegan yang intens. Di tengah pertunjukan, dalang monolog reflektif:

“Saya seorang dalang, tapi hidup ini masih ada Sang Sutradalang.”

Kalimat itu menjadi penegasan bahwa tema “Homeostasis Ingsun” tidak berhenti pada tontonan, melainkan mengajak hadirin masuk ke ruang kontemplasi tentang kendali, pasrah, dan keseimbangan hidup.

Puncak emosi terjadi pada bagian akhir ketika memasuki adegan teatrikal: dalang masuk ke “kothak wayang” diiringi suara koor melantunkan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.” Momen tersebut membuat suasana pendopo hening, dan banyak penonton tampak meneteskan air mata.

Dalam agenda “Pintu Sewindu”, sejumlah tokoh turut membersamai kegiatan sebagai narsum di antaranya KH. Nawawi Cholil Suyuti, Ki Sigid Ariyanto, Gus Fahmi, Abdul Chamim pelukis kondang Rembang. Pak Sugihariyadi, dan Pak Ahmad Rifan pegiat lingkungan di Rembang. 

Kegiatan ini juga menegaskan upaya Sendhon Waton dalam merawat tradisi dengan bahasa kreatif yang relevan dengan zaman. Kolaborasi wayang dan film eksperimental memberi pengalaman estetik yang lebih luas menggabungkan warisan tutur Jawa dengan kemungkinan baru dalam seni pertunjukan. (Sgd-28/26)

0 comments on “Milad Maiyah Sendhon Waton “Sewindu”, Wayang Eksperimental “Homeostasis Ingsun” Bikin Haru

Tinggalkan komentar